Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun…
Ada banyak sekali hal yang tak bisa kuutarakan, maka kutuliskan saja. Semua perasaan yang tak tersampaikan. Hal-hal yang mungkin terasa menyakitkan. Perihal kamu dan dia yang rumit. Atau catatan-catatan yang tak pernah kukirim langsung untukmu, tapi kutulis dalam sedihku. Semua perasaan itu akhirnya membuatku mengerti arti jatuh dan cinta. Aku -atau kamu- akan selalu punya alasan untuk kembali …
Malik "kamu betah di kampus ini?" Elsa "Belum tahu. Kan, baru sehari." Malik " Menurutku, sih, bakal betah." Elsa " Sok tahu kamu." Malik " Iya, pasti betah." Elsa " Kenapa emang?." Malik " Karnea ada aku." Elsa "..."