Text
REVAN DAN REINA
Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu Iakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh.Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.
Tidak tersedia versi lain