PERPUSTAKAAN DAARUL HIKMAH MAN 8 JAKARTA TIMUR

Menjadi pusat sumber belajar yang unggul, islami, dan inovatif dalam mendukung terwujudnya generasi madrasah yang cerdas, berakhlak mulia, dan berwawasan global

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • LOGIN
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Menggugat Kitab ar-Ruh
Penanda Bagikan

Text

Menggugat Kitab ar-Ruh

Maharati Marfuah - Nama Orang;

Bagi sebagian kalangan, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) adalah tokoh yang dianggap cukup kredibel dan mewakili ulama salaf. Terlebih beliau termasuk murid terdekat dari Ibnu Taimiyyah (w. 728 H).

Pendapat-pendapatnya didengar, kitab-kitabnya dipelajari, fatwa-fatwanya diikuti. Setidaknya oleh kalangan yang hari ini menamakan diri sebagai pengikut manhajnya para salaf.

Tetapi ada satu kitab karya Ibnu Qayyim (w. 751 H) yang dianggap cukup aneh dan nyleneh oleh mereka.

Bagaimana tidak, dalam kitab itu disebutkan bahwa para ulama salaf sepakat bahwa mayit bisa mendengar perkataan orang yang masih hidup dan mengetahui siapa yang menziarahinya.

Dalam kitab itu, disebutkan pula adanya kesunnahan dan fadhilah ziarah kubur di hari Jum'at, adanya kesunnahan dan fadhilah membaca Al-Qur'an khususnya Surat Yasin di kuburan, transfer bacaan Al-Qur'an kepada almarhum itu boleh dan sampai serta talqin mayit setelah dikebumikan juga termasuk kesunnahan.

Padahal hal-hal itu termasuk ritual yang dianggap sesat oleh kalangan yang menamakan diri pengikut manhaj salaf tadi. Kok malah hal itu dianggap sunnah oleh seorang yang menjadi panutan dalam bermanhaj salaf.

Kitab itu adalah Kitab ar-Ruh .

Maka beberapa kalangan tersebut tak rela jika Ibnu Qayyim (w. 751 H) berpendapat seperti itu. Salah satu narasi yang dibangun adalah dengan meragukan jika kitab ar-Ruh itu benar-benar ditulis oleh Ibnu Qayyim. Ini kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua, kitab ar-Ruh itu ditulis saat awal-awal belajar agama, sebelum kenal Ibnu Taimiyyah (w. 751 H).

Benarkah klaim itu?


Ketersediaan
#
MAN 8 JAKARTA (ONLINE) Belum memasukkan lokasi
EBK00018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: rumahfiqih.com.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9389458237856
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Menggugat Kitab ar-Ruh
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN DAARUL HIKMAH MAN 8 JAKARTA TIMUR
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

PERPUSTAKAAN MADRASAH ALIYAH NEGERI 8 JAKARTA TIMUR

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?